Dashboard RESAHIN - Mode KOMPASTIK
Dashboard Konten RESAHIN · Mode KOMPASTIK
Mode
Light

Dashboard Konten RESAHIN — Kepala Boleh Resah, Strukturnya Jangan

Semua keresahan kecil tentang hidup & dunia digital lo diringkas jadi satu halaman kerja. Tinggal pilih topik, nyalain KOMPASTIK, dan jadikan resah lo konten yang nyentil tapi tetap manusiawi.

Keresahan kecil Gen Z Hal kecil → efek besar
Identitas Konten RESAHIN

Ini pondasi. Mau ganti format, gaya, platform — identitas ini tetap sama.

“Gue ngebongkar keresahan kecil Gen Z — dari kebiasaan digital sampai pola pikir — yang kelihatannya sepele, tapi diam-diam ngatur cara kita mikir, ngerasa, dan ngejalanin hidup. Dibahas santai, pakai bukti, dan disundul pakai insight yang pedes tapi elegan.”

Fokus: ngasih sudut pandang baru tentang kenapa kita ngerasa capek, stuck, atau autopilot, dengan cara bedah hal-hal kecil di dunia digital dan kebiasaan sehari-hari pakai bahasa santai dan bisa diterima kepala yang lagi sumpek.

  • Bukan motivator, bukan guru. Lo = temen yang resah duluan tapi mau jelasin pelan-pelan.
  • Mulai dari rasa: gelisah, capek, overthinking → sambungin ke fakta, teori, dan sistem di belakangnya.
  • Target rasa penonton: “anjir, iya juga ya… gue ngerasain ini, tapi baru sekarang ada yang jelasin.”
Resah tapi santai Tidak menggurui Observatif & pedes elegan
KOMPASTIK — 3 Saklar Wajib

Dipakai sebelum bikin script/rekaman. Kalau tiga saklar ini sudah kejawab, lo nggak akan lagi kebingungan di tengah. Resahnya tetap boleh, tapi arah kontennya jelas.

1. NIAT RASA

Lo mau bikin penonton ngerasa apa setelah nonton?

  • “Gue mau mereka ngerasa ‘gue nggak sendirian’.”
  • “Gue mau mereka sadar kebiasaan sendiri.”
  • “Gue mau mereka mikir dikit, tanpa ngerasa digurui.”
2. INTI PESAN 1 KALIMAT

Kalau cuma boleh ngomong satu kalimat, kalimatnya apa?

Contoh: “Kita bukan generasi instan, kita generasi yang kebanyakan distraksi kecil.”

3. KENDARAAN GAYA

Hari ini lo mau bawain dengan gaya mana?

  • Motor — ngobrol santai, raw, jujur kayak curhatan di tongkrongan.
  • Kereta — script rapi, storytelling + bisa ditemenin motion graphic.
  • Travel — template tetap, isi topik ganti; enak buat batch keresahan.

Catatan: pilih satu aja per konten, biar resah lo nggak tambah pecah di tengah jalan.

Framework Konten 1 Menit BISA DI-COPY KE SEMUA RESAH

Ini kerangka dasar. Tinggal isi sesuai keresahan: sulit fokus, brain rot, scroll malam, algoritma, notifikasi, dll.

1. Hook (0–3 detik)
Pertanyaan simpel tentang hal yang semua orang rasain/lakuin.
“Lo pernah nggak sih ngerasa capek banget, padahal seharian ‘cuma’ pegang HP?”
2. Relate (3–6 detik)
Bikin penonton ngerasa “ini gue banget”.
“Gue juga sering begitu. Niatnya istirahat sebentar, tau-tau udah sejam scroll.”
3. Mini Twist (6–10 detik)
Kode bahwa ada cerita besar di balik hal sepele itu.
“Dan ternyata, bukan cuma soal kurang niat — ada sistem yang bikin kita betah.”
4. Core Insight (10–35 detik)
Jelasin kenapa + gimana, pakai bahasa manusia, 2–3 poin maksimal.
“Otak kita kebiasaan dapet dopamine kecil dari scroll, notif, dan konten cepat. Lama-lama, hal yang berat dikit aja kerasa males banget.”
5. Human Moment (35–45 detik)
Masukin sisi manusia: lo juga bagian dari cerita.
“Gue juga masih sering kalah sama scroll. Tapi pelan-pelan gue belajar buat nge-rem, bukan pura-pura kuat.”
6. Mic-drop & Arah (45–60 detik)
Kalimat nusuk + arah ringan, tanpa nyuruh-nyuruh.
“Kita bukan generasi lemah. Kita cuma hidup di zaman di mana hal kecil kebanyakan narik perhatian. Yang penting, lo mulai sadar dan pelan-pelan ambil kembali kendali.”
Motor, Kereta, Travel

Analogi cara ke Surabaya: beda kendaraan → beda rasa, capek, dan output. Di sini lo milih “cara ngebawa” keresahan lo biar penonton betah dengerin sampe akhir.

Jenis Karakter Bahan Bakar (Tenaga) Kelebihan Kekurangan
Motor
Ngobrol santai
Raw, spontan, kayak ngobrol ke temen yang sama-sama lagi resah. Butuh energi ngomong + ide cepat. Relate banget, kerasa manusia, cocok buat audience Indo dopamine hunter. Kurang “premium” kalau script terlalu lepas.
Kereta
Script + storytelling
Flow rapi, bisa digabung sama motion graphic dan data/teori. Butuh waktu nulis, mikir, dan eksekusi. Kesan profesional, kuat buat bangun brand & trust. Capek kalau dipaksa terlalu sering, apalagi solo.
Travel
Template
Format tetap, topik ganti-ganti. Paling hemat tenaga produksi. Enak buat batching konten, jaga konsistensi. Bisa kerasa repetitif kalau personality-nya kurang masuk.
Bank Hook

Tinggal pilih satu, sesuaikan topik. Semua hook ini berbasis keresahan kecil Gen Z dan kebiasaan digital yang orang jarang pikirin.

  • “Lo pernah nggak sih ngerasa capek banget, padahal seharian cuma pegang HP?”
  • “Lo sadar nggak, makin banyak lo scroll, makin susah lo fokus ke satu hal?”
  • “Pernah nggak sih lo buka HP buat satu hal, tapi berakhir ngelakuin 10 hal lain?”
  • “Kenapa ya hidup orang lain keliatan maju terus, sementara lo ngerasa jalan di tempat?”
  • “Lo pernah ngerasa kosong habis ketawa-ketawa lihat konten receh?”
  • “Kenapa sih susah banget buat mulai kerja, tapi gampang banget buat mulai scroll?”
  • “Lo pernah ngerasa bersalah ke diri sendiri karena terlalu sering kompromi sama ‘5 menit lagi’?”
  • “Kenapa story 15 detik bisa ganggu mood lo seharian?”
  • “Lo sadar nggak, HP lo lebih hafal pola hidup lo daripada lo sendiri?”
  • “Ini random, tapi… lo ngerasa nggak, kadang yang bikin lo stuck bukan masalah besar, tapi kebiasaan kecil yang lo normalin?”
Bank Topik

Topik-topik yang nyambung sama identitas RESAHIN: keresahan kecil Gen Z + hal kecil di dunia digital yang punya efek besar di belakangnya.

  • Sulit fokus di era notifikasi dan multitasking kecil.
  • Kenapa “generasi instan” bukan cuma soal malas, tapi soal desain sistem digital.
  • Brain rot: kecanduan konten pendek dan efeknya ke kemampuan mikir panjang.
  • Scroll malam: pengaruh ke tidur, energi, dan produktivitas besok pagi.
  • Kenapa mimpi besar susah dikejar di kepala yang kebanyakan distraksi kecil.
  • Perbandingan hidup di media sosial dan efeknya ke rasa cukup.
  • Kenapa banyak yang sadar dirinya bermasalah, tapi tetap susah action.
  • Overthinking hal kecil karena kebanyakan sinyal sosial: seen, read, like, skip.
  • Kenapa kita lebih gampang konsumsi daripada berkarya.
  • Perasaan “gue bisa kok sebenernya” tapi stuck di langkah pertama.
Template Script 60 Detik

Tiga template dasar: santai, lebih dalam, dan sedikit satir. Tinggal ganti bagian [TOPIK] + [INTI PESAN] + sesuaikan ke keresahan lo sendiri.

1. Versi Santai (Motor)

“Lo pernah nggak sih ngerasa [KERESAHAN]?
Soalnya gue juga sering banget di posisi itu. [cerita pendek pengalaman pribadi kalau mau].

Dan ternyata, kalau ditarik pelan-pelan, salah satu pemicunya hal sepele: [TOPIK].
[jelaskan inti sistem/alasannya dengan bahasa ngobrol, 2–3 kalimat].

Kita kira cuma kebiasaan kecil, padahal pelan-pelan ngatur cara kita mikir dan ngerasa.

Intinya, [INTI PESAN].
Bukan buat nyalahin diri sendiri, cuma biar lo nggak terus hidup autopilot.”

2. Versi Lebih Dalam (Kereta)

“Di antara semua hal yang bikin kita resah, ada satu pola yang sering kelewat: [TOPIK].

Kita udah kebiasa hidup bareng ini, sampai lupa nanya: ‘ini sebenernya ngebantu gue, atau bikin gue makin stuck?’.

Di belakang layar, [ceritakan mekanisme/sistemnya secara singkat].
Pelan-pelan, kebiasaan kecil itu ngegeser standar kita: apa itu fokus, istirahat, produktif, dan bahagia.

Bukan berarti semua ini harus dibenci. Tapi penting buat sadar kalau [INTI PESAN].
Karena seringnya, yang bikin kita jatuh bukan batu besar, tapi kerikil kecil yang nggak pernah kita cek.”

3. Versi Satir Halus (Motor/Kereta Hybrid)

“Kita tuh lucu ya. Bilangnya pengen fokus, pengen grow, pengen sukses…
Tapi teman hidup paling setia kita adalah [TOPIK] yang tiap hari nyedot fokus pelan-pelan.

Kalau diliat dikit ke belakang, keliatan kok: [jelaskan sistem/niat di balik fitur/perilaku itu].
Mereka dapet data, perhatian, dan duit. Kita dapet… dopamine sebentar dan rasa bersalah panjang.

Bukan berarti lo harus langsung jadi manusia super disiplin. Cuma mungkin, lain kali pas tangan lo reflek buka [APLIKASI/KEBIASAAN], lo bisa nanya pelan:
‘Gue lagi nyari apa sih sebenernya? Tenang, kabur, atau cuma kebiasaan?’.

Karena ujung-ujungnya, [INTI PESAN].
Dan resah itu wajar — yang bahaya kalau lo resah, tapi pura-pura nggak apa-apa.”

Checklist Sebelum Bikin Konten

Dipakai tiap mau produksi. Cukup 3 hal ini kejawab, lo boleh lanjut bikin — sekalipun kepala lagi penuh.

1
NIAT — gue mau bikin orang ngerasa apa?
Contoh: “Biar orang sadar mereka bukan lemah, cuma kebanyakan distraksi kecil.”
2
INTI PESAN — satu kalimat utama udah jelas?
Contoh: “Kita bukan generasi instan, kita generasi yang harus belajar ngatur ulang fokus.”
3
KENDARAAN — hari ini gue pakai gaya apa?
Motor (ngobrol), Kereta (script), atau Travel (template)? Pilih satu, jangan rakus. Biar resah lo tersalurkan, bukan tambah pecah.